Pondok Pesantren Nurul Izzah didirikan pada tahun 1996 di bawah naungan yayasan pendidikan Tuanku Kerajaan. Keberadaan Pondok Pesantren Nurul Izzah diharapkan dapat menjawab dan memberi solusi terhadap masalah keagamaan di tengah masyarakat, juga dapat mencetak ulama-ulama Intelek yang tangguh di era global, anggun secara moral, berwibawa secara intelektual menuju Ridho Ilahi dengan semboyan menjadi ulama yang intelek bukan intelek yang tahu ulama’. Sehingga ketika sumber daya alam Indonesia yang kaya tergadaikan, moralitas anak bangsa terancam, jiwa kebangsaan dan patriotisme hilang, benteng utama yang menjawab semua itu adalah para SANTRI.
Sistem pendidikan dan pengajaran Pondok Pesantren Nurul Izzah mengadopsi sistem Tradisional (Salafiyah) dan dikemas dalam tatanan yang modern dan dibawahi oleh naungan Kementrian Agama. Program utama yang dikembangkan adalah kemampuan berbahasa Arab dan Inggris, Tahfidzul Quran, serta Kajian Kitab Kuning. Maka sebagai konsekuensi program tersebut, seluruh santri dan santriwati diwajibkan menggunakan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris dalam percakapan mereka sehari-hari, santriwati juga dibekali latihan organisasi dan berbagai keahlian, seperti : bela diri, kajian kitab kuning, kaligrafi, melukis, komputer dan lain sebagainya. Sehingga santri dan santriwati mendapatkan pendidikan yang berorientasi kemasyarakatan yakni menyiapkan mereka kembali dan mengabdi di tengah masyarakat.
Alhamdulillah dalam tahaddus binni’mah di usia ke-23 tahun, Pondok Pesantren Nurul Izzah sudah banyak meluluskan para alumninya yang sudah berkiprah di masyarakat, hingga sekarang akan meluluskan angkatan yang ke-20.
Dengan kerja keras para santri dan santriwati serta Pembina Majelis Asatizah dan dewan guru maka kepercayaan para orang tua untuk menyerahkan pendidikan anak-anak mereka semakin meningkat sehingga berjumlah 200 orang.
